The Most/Recent Articles

Bupati Tanggamus Resmikan Rest Area Pugung



sigernusantara.my.id | Tanggamus - Bupati Tanggamus Dewi Handajani melaksanakan Senam rutin keliling bersama masyarakat (Seruling Emas) Dalam Rangka Memeriahkan HUT Tanggamus ke 26 Tahun Sekaligus Meresmikan Rest Area Pugung.

Kegiatan berlangsung di Rest Area Pugung Kecamatan Pugung, Sabtu 18 Maret 2023.

Senam juga diikuti wakil Bupati Tanggamus AM Syafi'i, Forkopimda Kabupaten Tanggamus, ketua TP-PKK, Ketua Dharma wanita, para Asisten, para Kepala OPD, camat Pugung, serta para kepala pekon dan ratusan peserta senam yang terdiri dari Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitnes Indonesia (ASIAFI) Kabupaten Tanggamus.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan, terimakasih atas inisiasi dari dinas pemuda dan olahraga (Dispora) dengan diselenggarakannya kegiatan Seruling emas.

Kegiatan seruling emas yang rutin dilaksanakan di seluruh kecamatan, dan hari ini kita laksanakan di rest area pugung dalam rangka memeriahkan HUT Tanggamus ke 26 tahun, tuturnya.

"Melalui senam yang mudah dilakukan hingga ke tingkat bawah, salah satu upaya untuk menjadikan masyarakat Tanggamus sehat," tukasnya.

"Insya Allah Pemkab Tanggamus, akan selalu memberikan program program yang positif. Salah satunya program seruling emas ini akan dipadukan dengan kegiatan yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selama ini menjadi fokus Pemkab Tanggamus," tandasnya.

Sementara itu kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Suyanto dalam laporannya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus selalu memberikan program-program yang positif yang juga berdampak positif kepada masyarakat.

Sebagai salah satu contohnya kegiatan Seruling emas, ini juga akan dipadukan ataupun akan disandingkan dengan kegiatan yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi di masyarakat yang selama ini Tentunya menjadi fokus dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Usai acara senam seruling emas tersebut dilanjutkan dengan pembagian doorprize, penanaman alpukat oleh bupati dan rombongan, donor darah, peninjaun UMKM yang diselenggarakan oleh pekon se-Kecamatan Pugung. (Syahroni)

Ukrainian Army: We Sent To Death to Bakhmut



sigernusantara.my.id - The distraught Ukrainian soldiers realized early on that they were being sent to Bakhmut only to be "sent off".

They complained that they had no artillery and were only targets of Russian fire.

Bakhmut, a small town in eastern Ukraine, has become a horrific battleground as Moscow forces intensify their offensives over the winter.

While Kiev's military and Western media describe "heavy losses" on Moscow's military front, Ukrainian troops have spoken of their own desperate struggle for survival against Russia's nearly limitless stockpile of artillery and personnel.

“When they drove us to Bakhmut, I already knew that I would be sent to death,” a Ukrainian soldier told The Kyiv Independent on condition of anonymity near Kramatorsk, about 25 km west of the front line.

"(The Russians) are continuously shelling us, but we have no artillery - so we have nothing to counterattack them," added Volodymyr, whose surname has been withheld to protect his identity. Saturday (18/3/2023).

“I don't know if I will come back or not. Our [troops] have just been killed.”

Russia's progress relies heavily on members of the Wagner Group mercenary group. The group has made gains in Bakhmut.

Moscow first attempted to win a brutal conflict by deploying a "human wave" attack, using battalions of convicts, before eventually sending in an elite mercenary force.

It came after president Volodymyr Zelensky and his main military command agreed to continue defending Bakhmut.

He said only a few of the original 27 members of his platoon were out of town with him, but made it clear that most of them were injured, not killed.

“Russia has so many weapons, and there are so many of them,” said Valeriy.

“They were shooting at us all the time. Sometimes, you hear (artillery fire) coming in every second." (*)

Bupati Tubaba Hadiri Launching Program K3W



sigernusantara.my.id | Tulang Bawang Barat - Launching program keluarga Nenemo Mandiri Pangan dengan gerakan Kolam, Kebun, Kandang, dan Wisata (K3W) dihadiri langsung oleh Pejabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Zaidirina yang bertujuan untuk menghadapi krisis ekonomi dunia dan menekan angka stunting.

Pj Bupati Tubaba, Zaidirina mengatakan, apabila sudah menyelenggarakan program K3, maka wisata akan mengikuti dengan sendirinya.

“Program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan, yang ada di tiyuh-tiyuh punya kewajiban menyisihkan dana desanya untuk ketahanan pangan. Tujuannya, selain mengurangi, dan menghilangkan stunting, juga untuk mengurangi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem,” Pj Bupati Tubaba, Zaidirina di Tiyuh Mulya Jaya Kecamatan Tulangbawang Tengah, Selasa (14/03/2023).

Dikatakannya, setelah melihat banyaknya lahan pekarangan rumah warga, atau lahan milik desa maupun milik orang ketiga yang tidak dimanfaatkan, maka Pemkab Tubaba menggulirkan program tersebut.

“Alhamdulillah, tanggapan dari masyarakat untuk program ini luar biasa, dan betul-betul program pemberdayaan masyarakat. Karena, semua yang bekerja dari A sampai Z adalah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Zaidirina, Pemkab Tubaba hanya membantu memfasilitasi, dan pendampingan masyarakat dalam program tersebut.

“Kita baru memulai program ini, tahun lalu. Namun, animo masyarakat sangat luar biasa. Bahkan, banyak sekali tiyuh-tiyuh yang menjalankan, dan berhasil,” tukasnya.

Dikatakannya, melihat peluang tersebut Pemkab Tubaba cepat tanggap, dan mengajak seluruh masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya, menjadi lahan produktif untuk kebutuhan gizi sekaligus membantu perekonomian keluarga. Seperti, menanam tanaman holtikultura, beternak dan budidaya ikan.

Zaidirina berharap, program ini bisa terus berjalan serta digalakkan sehingga bisa menambah PAD melalui program K3W.

“Program ini, menjadi tanggung jawab semua pihak terkait, untuk terus melakukan pembinaan, dan pengawasan secara optimal agar benar-benar berjalan dengan baik, dan berkesinambungan,” tandasnya. ( Sahidin )

Bupati Lampung Utara Menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC)



sigernusantara.my.id | Lampung Utara - Bupati Lampung Utara, diwakili Asisten Administrasi Umum Hi. Sofyan, S.P., M.M., menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) atas dukungan pada Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang merupakan Program strategis Nasional.

UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan Promotif, Preventif, Kuratif, dan Rehabilitatif, Bermutu dengan biaya terjangkau.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Presiden RI Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin dan memberikan Penghargaan kepada 22 Provinsi, 334 Kabupaten/Kota digelar di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (14/03/2023).

Pada kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umun mengucapkan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara sangat berterimakasih adanya penghargaan (UHC) yang diberikan oleh bapak K.H. Ma'ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia.

Menurutnya, penghargaan ini merupakan pencapaian Pemerintah Daerah Lampung Utara, dalam mensukseskan pencapaian program kepesertaan JKN yang mencapai 98 persen.

"UHC atau jaminan sosial kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi yang mempunyai akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi bermutu dengan biaya terjangkau," ujarnya.

Selain itu, penghargaan JKN UHC ini juga tentunya akan menjadi kebanggaan masyarakat Lampung Utara.

"Kemudian akan dapat menjadi motivasinya di dalam peningkatan kinerja Pemerintah Daerah Lampung Utara ke depannya untuk dapat lebih baik lagi," tandasnya. (Diskominfo Lampura)

SMAN 3 Kotabumi Tiga Hari Terendam Banjir



sigernusantara.my.id | Lampung Utara - Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kotabumi, Lampung Utara, tergenang luapan Way (sungai) Sesah. Air membanjiri sekolah itu dalam tiga hari terakhir sejak 9 hingga 11 Maret.

Air setinggi hampir satu meter menggenangi sebagian besar wilayah sekolah, mulai dari kelas, aula, kantor, sampai masjid. Sejak awal kebanjiran itu, air baru surut sekitar 25 sentimeter.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung, Sulpakar, mengatakan proses belajar mengajar harus dipastikan tetap berjalan.

"Kalau untuk pembelajaran, kebenaran sedang dilakukan PAT bagi anak kelas XII dan ujian semester siswa kelas X dan XI itu dilaksanakan bergantian dalam dua shift pagi dan siang. Jadi langkah awalnya memastikan proses belajar mengajar berjalan," kata Sulpakar, Sabtu, 11 Maret 2023.

Kemudian menginventarisasi sarana prasarana penunjang yang terdampak banjir. Menurutnya, banjir hanya terjadi di satu sekolah tersebut untuk di Lampung.

"Meski di Tubaba, Lambar, dan Way Kanan juga banjir bandang, tetapi di sana tidak ada sekolah yang terdampak," ujarnya. (RED)

Longsor Tutup Akses Jalan Perbatasan Lampura-Lambar, Lalu Lintas Kendaraan Tersendat

Foto : Aparat gabungan (TNI-Polri), aparatur desa, dan masyarakat melakukan pembersihan materil tanah longsor di Jalinbar daerah perbatasan Bukit Kemuning, Lampura - Sumberjaya, Lambar. sigernusantara.my.id


sigernusantara.my.id | Lampung Utara - Intensitas hujan tinggi yang hampir merata di semua wilayah seperti di Kabupaten Lampung Barat, Lampung Utara dan Way Kanan, menyebabkan terjadi longsor di beberapa titik.

Salah satunya di ruas jalan nasional, tempatnya Bedeng 1 Sinar Ogan, Kecamatan Bukit Kemuning.

Web Hosting

Diketahui di ruas jalan penghubung antara Kabupaten Lampung Utara dan Lampung Barat tersebut kembali mengalami longsor dan menutupi badan jalan sehingga membuat arus lalu lintas terhenti.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, longsor di Bedeng 1 terjadi pada Jum'at pagi, dimana ada salah satu kendaraan yang terjebak di lokasi longsor.

Web Hosting

"Jika hujan ini terus terjadi kita khawatirkan tanah di jalan nasional Pemangku Sembilan akan longsor, karena itu diminta yang melintas untuk berhati-hati," terang Kapolsek Sumberjaya Kompol Ery Hafri mendampingi Kapolres Lambar AKBP Heri Sugeng Priyantho, S.IK., M.H., melalui Panit II Binmas Aipda Solihin. ( Red )

PDAM Way Sekampung Manfaatkan Potensi Idle Capacity

Foto : Rapat Koordinasi PDAM Way Sekampung Pringsewu Untuk Menjalin Sinergiritas. sigernusantara.my.id

sigernusantara.my.id | Pringsewu - PDAM Way Sekampung Kabupaten Pringsewu harus mandiri dan berkembang. Selain itu juga dapat menghasilkan keuntungan.

Langkah untuk mewujudkan harapan itu menurut PJ Bupati Pringsewu Adi Erlansyah yakni dengan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki.

"Idle capacity yang masih cukup besar agar dimanfaatkan PDAM dengan sebaik-baiknya melalui berbagai cara," harap Adi Erlansyah.

Selain itu juga agar percepatan pertumbuhan pelanggan segera tercapai. PDAM harus mandiri dan berkembang

"Harus untung dan terbebas dari kerugian. Untuk itu Diharapkan direktur PDAM mampu menjalankan perusahaan ini dengan baik," tegasnya saat rakor dengan perusahaan milik Pemkab tersebut.

Termasuk mampu produktif dalam pengelolaannya dan memiliki SDM yang handal.

"Jangan ada unsur unsur kepentingan dalam pengelolaan perusahaan, karena hal ini yang dapat membuat perusahaan menjadi hancur di kemudian hari. Profesional dan tegakan aturan perusahaan dengan sebaik mungkin," pesan Adi Erlansyah.

Sementara itu menurut Direktur PDAM Way Sekampung M Hatta dengan adanya rapat koordinasi bersama OPD di Pemkab Pringsewu akan membangun sinergitas yang baik.

"Sinergitas antara PDAM dan Pemkab Pringsewu guna meningkatkan pelayanan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat," ungkapnya.

Pada sisi pelayanan, dikatakannya, tahun ini peningkatan jam operasional sudah dilaksanakan 24 jam.

"Dengan bersamaan telah terlaksananya pembangunan air baku 100 L/dt di bendungan Way Sekampung. Sehingga pendapatan PDAM mengalami kenaikan," ungkapnya.

Juga adanya efisiensi energi listrik dengan air baku yang baru dibangun.

Hal ini lanjutnya seiring juga dengan hasil audit laporan keuangan dan administrasi PDAM way Sekampung tahun 2022 untuk pertama kali mengalami WTP.

"Suatu awal yang baik untuk menuju PDAM lebih sehat kedepan," harap Hata.

"Semoga dengan terjalinnya keharmonisan dengan OPD pemkab ini, dapat mempercepat perluasan pelayanan air bersih," harapnya. (**)