The Most/Recent Articles

DIDUGA BELUM ADA TITIK TERANG DARI PEMDA LAMPUNG BARAT TERKAIT TANAH YANG DI LINGKAR KANTOR CAMAT BATU BRAK



sigernusantara.my.id | Lampung Barat - Desa pekon balak,kecamatan batu brak kabupaten,lampung barat. Keluarga bapak pirdaus selalau memasang bener bertujuan untuk,meberitahu pemerintah kabupaten lampung barat bahwa hak,kepemelikan lahan tanah yang sudah dibangun,kantor camat batu brak,puskesmas,balai penyuluhan KB,dan lapangan sepak bola,luas tanah keselurahnya,lebih kurang dua hektar(+-2,Ha),masih belum jelas status nya,sampai sekarang belum ada penyelesaiyan. Minggu (05-02-2023)

Menurut pengakuan Firdaus Selalau yang diduga pemilik tanah yang sah berdasarkan surat perjanjian pada tahun 1990 pembelian tanah untuk area perkantoran tersebut berasal dari sumbangan dari 9 Desa,namun sampai dengan batas waktu yang sudah di tentukan pembayaran ganti rugi belum juga selesai,karena pembayaran ganti rugi tersebut belum dilakukan sampai pada batas waktu yang di tentukan maka perjanjian yang sudah dilakukan secara otomatis batal.tuturnya

Pemilik lahan pak pirdaus selalau. mempertanyakan keapsahan dari sertifikat hak guna pakai yang dikeluarkan oleh BPN,mengingat tanah-tanah tersebut belum selesai pembayaran ganti ruginya dan tanah tersebut belum ada penyelesaiyan,sedangkan tanah itu masih belum ada penyelesaiyan kok masih bisa ada pembangunan dari pemerintah daerah kabupaten lampung barat,tutup nya,(candra)

Wabup Ardian Saputra Memberikan Bantuan Kepada Masyarakat Lampura



sigernusantara.my.id | Lampung Utara - Wakil Bupati (Wabup) Ardian Saputra, Selalu hadir di tengah-tengah Masyarakat Lampung Utara, kali ini Wabup Ardian memberikan bantuan kepada 3 (tiga) masyarakatnya, yaitu di Desa Sumber Arum, Kelurahan Sribasuki Kecamatan Kotabumi, dan di Mangga Besar, Kelurahan kelapa 7 Kecamatan Kotabumi Selatan yang sedang mengalami sakit. Kamis, (02/02/2023).

“Alhamdulillah hari ini kita hadir di tengah-tengah saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan. Mudah-mudahan bantuan yang nilainya tidak seberapa ini dapat membantu meringankan mereka,”harap Ardian.

Bantuan yang diberikan lanjut Ardian, yakni bantuan Kursi Roda, Sembako dan Tali Asih yang juga disalurkan dari Dinas Sosial (Dinsos) Lampura kepada anak Penderita kelainan jantung yang ada di Sumber Arum.

Kemudian bantuan kursi Roda untuk anak penderita kerapuhan tulang di Kelurahan Kelapa 7 dan seorang Bapak yang mengalami pengapuran tulang di Kelurahan Sribasuki.

“Kita berharap mereka semua cepat sehat kembali dan bisa beraktifitas seperti anak-anak pada umumnya,”ucap Ardian.

Terpisah Karlina(40) yang merupakan orang tua dari Kayla(9) yang tinggal di Jalan Mangga Besar, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan, Lampura ini mengatakan, penyakit yang diderita anaknya tersebut baru diketahui sejak usaha 2 tahun.

Saat dilahirkan, kondisinya masih normal tidak menunjukkan gejala kelainan.

Melihat perkembangan anaknya yang lambat, memutuskan untuk melakukan terapi. Akan tetapi, terapi tidak berkelanjutan dikarenakan keterbatasan dana.

“Meskipun berobat pakai BPJS tapi kan untuk ke Bandar Lampung butuh biaya. Biaya terbatas, akhirnya Kayla tidak terapi lagi,”paparnya.

Di usia tiga tahun, dirinya memutuskan untuk ke dokter memeriksakan kondisi kesehatan anaknya. Sebab, di usia tersebut Kayla belum bisa berjalan.

“Kami berobat ke salah satu rumah sakit di Kotabumi. Dokter diagnosa Kayla mengalami kerapuhan tulang,”ujarnya.

Di rumah sakit itu, anaknya dirujuk ke Bandar Lampung dengan harapan dapat segera penanganan. Seiringnya waktu berjalan, anaknya belum ada perkembangan. Dalam setahun terakhir ini, anaknya belajar jalan dengan cara rambatan di tembok.

Tetapi, usahanya tersebut membuat beberapa bagian tulang kaki Kayla patah, hingga kakinya bengkok.

Dalam kesehariannya, Kayla hanya duduk di dalam rumah.

Jika ingin meminta sesuatu, hanya menunjuk ke arah benda yang dimaksud.

“Kalau makan, saya yang nyuapin. Begitu juga mandi, buang air besar dan kecil masih dipegang,” katanya.

Dirinya saat ini mengasuh kedua buah hatinya yang memiliki kesamaan tidak bisa berbicara.

”Kakaknya Syentia (12) juga gak bisa bicara. Dia sempat sekolah di SLB, tapi berhenti juga karena tidak ada yang jagain di sekolah,”pungkasnya.

Giat itu selain Wabup Ardian Saputra di samping Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gadrianto Abung, Sekretaris Kominfo Luzirwan, Kabag Kesra, Apriyadi, Camat Kotabumi Kota, Juni Riadi, Lurah Sribasuki Marido dan Jajaran Pemkab Lampura.

Bupati Lampura Tanda Tangani Surat Terkait Mobil Angkutan Batu Bara



sigernusantara.my.id | Lampung Utara - Menindaklanjuti surat edaran gubernur Lampung, forkopimda kabupaten Lampung Utara bersama, ketua DPRD, Kapolres, kejari, Dandim dan kakimal menandatangani surat keputusan bersama terkait angkutan mobil batubara. Yang melebihi muatan alias overload atau truk obesitas angkutan batubara kegiatan berlangsung di rumah dinas Bupati setempat Selasa (31/1/2023).

Kompak dan solid nya Pemkab Lampung Utara, selain tindak lanjut surat edaran gubernur Lampung, Pemkab Lampung Utara menyerap keluhan dari masyarakat terkait mobil batubara. Yang sangat merugikan masyarakat khususnya Lampung Utara.

Selain bisa jadi penyebab kecelakaan, kendaraan overload jadi salah satu penyebab jalan cepat rusak. Tidak hanya itu, kendaraan yang melebihi kapasitas muatan tentunya juga membahayakan sopir ataupun pengguna jalan lain.

Ketua DPRD Lampung Utara, Wansori, SH. Hari ini hari yang bersejarah, untuk Forkopimda Lampung Utara solid kompak, bersama Bupati, Kejari, Dandim, Kapolres, Kakimal dan DPRD Lampung Utara. Menandatangani surat keputusan bersama dengan tindak lanjut surat edaran gubernur Lampung berkaitan dengan Muatan Mobil batubara.

Hari ini kami bersama forkopimda Menandatangani surat tersebut di rumah dinas bupati setempat, Ujar Wansori.

Setelah menandatangani, kami bersama langsung mengecek lokasi untuk membuat pos guna memutar balikan Mobil batubara yang muatannya overload,

Saya berharap kedepan, Lampung Utara makin solid maju jaya dan sejahtera, harapan Wansori.

Ketua DPC Partai Gerindra siap Menangkan Hi.Prabowo Subianto Presiden RI Tahun 2024

Siger Nusantara


sigernusantara.my.id | Lampung Utara - Sesuai dengan instruksi ketua Dpd Partai Gerindra Lampung Hi.Ramhat Mirzani Djausal propinsi Lampung harus menjadi basis pemenangan Prabowo Subianto dalam pemilu tahun 2024, Senin (30/01).

Dalam Rapat Kerja Daerah Propinsi Lampung Partai Gerindra meminta seluruh kader dan pengurus partai mulai dari DPD,DPC,PAC, serta ranting dan anak ranting siap untuk menjadi pemenangan Prabowo jadi presiden.

Menurut ketua Dpc partai Gerindra Lampung Utara Farouk Danial. SH .CN mengatakan seluruh kader dan pengurus sudah siap dan maksimal bekerja untuk menjadikan partai Gerindra sebagai pemenangan dalam pemilu tahun 2024.

"Seluruh kader dan pengurus partai Gerindra Lampung Utara siap memenangkan partai Gerindra dan Prabowo menjadi Presiden" terangnya.

Seluruh struktur pengurusan dan kader partai Gerindra Lampung Utara sudah mulai bekerja untuk pemenangan Hi.Prabowo Subianto sejak pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) Lampung Utara di tanggal 27 desember 2022.

"Insya alloh, partai Gerindra Lampung Utara menjadi pemenang partai politik di kabupaten Lampung Utara 2024"ujarnya.

Sementara itu seluruh pengurus Partai Gerindra mulai dari Dpc, Pac, Ranting serta Anak Ranting dan sayap partai seperti TIDAR, PIRA dan PPIR telah bergerak menuju untuk menjadikan partai Gerindra Lampung Utara untuk menjadi partai politik pemenang pemilu.

Ketum PWDPI Datangi DEWAN PERS Dan KEMENDAGRI, Ternyata ini dia Tujuannya!



SigerNusantara.my.id | JAKARTA - Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) hari ini tepatnya tanggal 19 Januari 2023 telah resmi di daftarkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan juga Dewan Pers.

Nampak mendampingi Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS, selaku Ketua, Sekretaris Jenderal PWDPI, Indah, Ketua OKK DPP PWDPI, DPW PWDPI Sumatera Selatan serta PWDPI se-Jabodetabek.

"Hari ini kita daftar kan Organisasi kita di Kementerian Dalam Negeri, agar semuanya jelas secara administratif sesuai aturan," katanya Ketua DPP PWDPI di Jakarta, Kamis (19/01/2023).

"Selain itu juga, kita berbarengan dengan mendaftar ke Dewan Pers untuk menjadi mitra kita Dewan Pers," ungkapnya.

"Kita sebagai Wartawan, kita wajib patuh dan tunduk terhadap UU Pers dan kode etik Wartawan," tambahnya.

"Alhamdulillah, kita diterima dengan baik, baik dari Kemendagri maupun Dewan Pers di Jakarta. Alhamdulillah kita diterima dengan baik," cetusnya.

Mudah-mudahan kita secepatnya bisa mendapat SK mitra Dewan Pers dan Mendagri, harapnya Nurullah yang di amini oleh seluruh PWDPI di Indonesia yang hampir terisi penuh di 34 Provinsi.

Dalam waktu minggu-minggu ini, insyaallah sudah keluar SK nya dari Kemendagri dan Dewan Pers, pungkasnya. ( Heriyanto Dinta )

PERATIN PEKON KERANG DI DUGA TERINDIKASI MODUS KORUPSI DENGAN MARK'UP DAN FIKTIP DANA DESA TAHUN 2022



SigerNusantara.my.id | Lampung Barat - Menyusun realisasi Dana Desa (DD) tidak sesuai dengan juklak dan juknis atau dengan aturan yang berlaku sudah semestinya direalisasikan dengan baik dan benar atau tepat sasaran.

Namun di salah satu Pekon di pekon kerang tepatnya berada di kecamatan batu brak,kabupaten lampung barat, terdapat beberapa kejanggalan terkait realisasi dana desa terhitung di tahun 2022 terindikasi terjadi praktek korupsi modus mark'up dan fiktif,Selasa-17/01/2023.

Hal itu terungkap berdasarkan keterangan beberapa sumber yang mengatakan bahwa dana desa di Pekon kerang kuat dugaan mark'up,dan fiktif.

Untuk itu, masyarakat setempat mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk memeriksa peratin Pekon kerang,Alasan kuatnya dugaan mark'up,serta terindikasi beberapa item kegiatan fiktif dalam realisasi realisasi Dana Desa tahun anggaran 2022.

"Saya mewakili masyarakat pekon kerang kecamatan batu brak,kabupaten lampung barat, mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan, terkait realisasi dana desa tahun 2022 yang terindikasi banyak penyimpangan,

Hal itu diketahui dari beberapa kegiatan yang tampaknya sangat janggal terkait besarnya anggaran namun diduga penuh dengan aroma mark up, "terang nya.

Sepengetahuan kami bahwa didalam realisasi sudah 100% semua,masih kata salah satu warga pekon kerang ”bahkan dana gotong royong di fiktif kan, tutup nya,.

Adapun dari beberapa item kegiatan yang diduga tidak sesuai pada realisasinya diantaranya yaitu, 

(1)makan tambahan bumil lansia,insentip posyandu sebesar Rp 11.000.000.00 

(2)Belanja jasa honorium/insentip pelayan desa Rp.7.800.000.00 

(3)Bidang kehutanan dan lingkungan hidup Rp.83.455.000.00 

(4).penyelengara gotong royong Rp.5.244.000.00 

(5)bidang pembinaan masyarakat Rp.60.445.000.00 

(6).belanja jasa langganan majalah/surat kabar Rp.23.840.000.00 

(7).BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA 277.200.000,00

Sub Bidang Keadaan Mendesak 277.200.000,00 Belanja Tidak Terduga 277.200.000,00.-(Candra).

PENGERJAAN PROYEK IRIGASI DARI BALAI BESAR WAI MESUJI SEKAMPUNG TAHUN 2022 YANG ADA DI PEKON KENALI KECAMATAN BELALAU LAMPUNG BARAT TIDAK ADA PENGAWASAN DARI PIHAK BALAI MAUPUN DARI KONSULTAN DAN KERJAAN ASAL ASALAN

SigerNusantara.my.id | Lampung Barat - Pengerjaan proyek infrastruktur dengan menggunakan pembiayaan pemerintah tentunya butuh pengawasan yang intens, sehingga pelaksanaan tidak terkesan main-main alias profesional. Tetap konsekuen dengan rencana anggaran biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis. Tapi hal ini sangat kontradiktif dengan yang terjadi di lapangan. Terbukti, pengawasan tidak berjalan pada proyek program Balai Besar Wai Mesuji Sekampung yang berada di Pekon Negeri Ratu Kecamatan Batu Brak senilai Rp.195 juta , dan Pekon Suka Raja dengan dana Rp.195 juta, Pekon Padang Dalom Kecamatan Balik Bukit Rp.195 juta ,Pekon Watos senilai Rp 195 juta ,Pekon Serungkuk Kecamatan Belalau senilai Rp.195 juta , Pekon Kenali senilai Rp.195 juta belum selesai di kerjakan sampai sekarang. Sedangkan khusus nya Pekon Negeri Ratu,Pekon Sukaraja dan Pekon Padang Dalom padahal masa kontrak berahir pada tanggal 22 desember tahun 2022. Pantauan media SigerNusantara.my.id Rabu (18/01/2023) kegiatan yang bersumber dari APBN Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal, Sumber daya Air balai Besar Wai Mesuji dengan pagu anggaran rata-rata Rp.195.000.000 ,dalam Pengerjaan nya nampak terlihat pada bangunan yang di kerjakan asal jadi.


Dalam pengerjaan bangunan pondasi galian terlihat kurang dalam, hal ini terlihat banyak nya lubang pada permukaan dasar pondasi, lantaran batu pondasi hanya di tumpangkan pada permukaan lahan,sehingga dipastikan besar kemungkinan minimnya kekuatan pada bangunan tersebut.

Salah seorang petani, warga Pekon setempat yang enggan di sebutkan namanya ketika ditemui Media ini mengatakan, bahwa dirinya pun sangat mengkuatirkan pekerjaan dengan bangunan Irigasi tersebut, takut tidak lama kekuatannya yang diduga asal jadi.



Selain itu, bangunan pondasi yang dikerjakan pada galian permukaan tanah yang kurang dalam, akan berakibat minimnya kualitas pada bangunan terangnya.

Padahal Percepatan peningkatan Tata Guna Air Irigasi adalah merupakan program peningkatan Jaringan Irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani pemakai Air, gabungan perkumpulan petani pemakai air atau Induk Perkumpulan Petani.



Yang mana tujuan nya untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional dalam rangka upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, petani dalam perbaikan jaringan irigasi secara partisipatif.

Melihat kondisi pelaksanaan pengerjaan irigasi yang seperti ini, pekerjaan pembangunan kurangnya pengawasan dari team pelaksana selaku pemangku kegiatan yang tidak sesuai spesifikasi atau perencanaan awal, lantas dimana peran pendamping dan konsultan.

Warga berharap pemerintah jangan asal bikin proyek, jangan sampai program ini dilaksanakan hanya untuk penyerapan anggaran semata. Tanpa memperhatikan asas manfaatnya, harapnya,(CANDRA).