The Most/Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label Lampung Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung Barat. Tampilkan semua postingan

Pemkab Lambar Menerima Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2023



sigernusantara.my.id | Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat menerima Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2023 dari Kementerian PPN/Bappenas Kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat pada Rabu (14/2023).

Penghargaan PPD dalam bentuk piagam tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan kepada Pj. Bupati Lampung Barat yang diwakilkan Kepala Bappeda, Agustanto Basmar, S.P., M.Si., di kantor Kementerian PPN/Bappenas RI Jakarta.

Penghargaan tersebut merupakan tindaklanjut dari Penghargaan Pangripta Saburai, di mana Kabupaten Lampung Barat menjadi Juara 1 tingkat Provinsi Lampung, dan berhak mewakili Lampung untuk Katagori Kabupaten di tingkat nasional.

Melalui penghargaan tersebut, Agustanto Basmar menyampaikan Pemerintah Daerah akan lebih fokus dalam menyusun dan menyiapkan dokumen rencana pembangunan, sehingga mampu menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi di tingkat daerah.

Sebagaimana diketahui, Pemantauan dan evaluasi pembangunan daerah telah membantu perbaikan kualitas

perencanaan, pencapaian, dan inovasi.

“PPD dan Penghargaan Khusus Tahun 2023 telah

diumumkan pada Penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional

(Musrenbangnas) tanggal 16 Mei 2023 bertempat di Jakarta Convention Center yang dihadiri

oleh Bapak Wakil Presiden RI,” kata Agustanto Basmar.

Kemudian pada ajang PPD Tahun 2023 ini, Kabupaten Lampung Barat mengusung Inovasi Daerah yaitu “Sekolah Kopi Lampung Barat” yang berhasil lolos ke tahap 3.

“Tak hanya itu, Inovasi daerah Sekolah Kopi Lampung Barat juga berkesempatan untuk tampil pada Musrenbang Nasional, 16 Mei 2023 yang lalu,” pungkasnya. ( Sugiono )

Bupati Lambar Hadiri Kagiatan (TTG) XXIV tahun 2023



sigernusantara.my.id | Lampung Barat - Acara Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XXIV tahun 2023 yang mengusung tema “Menguatkan Daya Saing Desa dan Mensejahterakan Warga” berlangsung di Provinsi Lampung.

Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Lampung Barat Drs. Nukman M.M di dampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Dra. Zelda Naturi Nukman turut menghadiri langsung pagelaran Nasional tersebut, Rabu (7/06).

Dalam acara yang berlangsung dari 1 hingga 11 Juni 2023 di Pkor Way Halim Kota Bandar Lampung, dibuka secara langsung oleh Kementrian Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Dr. Drs. A. Halim Iskandar, M. Pd. Diikuti seluruh Provinsi serta Kabupaten/kota di Indonesia.

Penjabat Bupati Lampung Barat yang secara langsung hadir dalam acara Nasional tersebut, menyempatkan waktu untuk mengunjungi stand diantaranya perwakilan dari Kabupaten Lampung Barat yang menampilkan produk lokal Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khas Lampung Barat diantaranya kopi, tas khas Lampung Barat bermotif celugam, gelang dan kerajinan khas Lampung Barat Lainnya.

Saat meninjau stand UMKM Lampung Barat Nukman didampingi Dr. Drs. A. Halim Iskandar, M. Pd, dirinya menyampaikan rasa bangga, pasalnya UMKM Kabupaten Lampung Barat turut serta dalam memeriahkan pagelaran event tingkat Nasional tersebut.

“Saya bangga, Kabupaten Lampung Barat sudah turut berpartisipasi pada acara teknologi tepat guna tahun 2023 ini, saya harap inovasi yang kita tampilkan ini bisa menjadi referensi dan inspirasi bagi daerah lain,” Kata pemimpin Kabupaten berjuluk Negeri di Atas Awan tersebut.

Dirinya pun berharap, dengan adanya event Nasional tersebut, pelaku UMKM yang berasal dari Kabupaten Lampung Barat ke depannya dapat semakin bermotivasi sehingga dapat menciptakan produk-produk unggul guna memajukan Lampung Barat.

“Semoga dengan kehadiran event TTG ini, pelaku UMKM kita ke depannya semakin bermotivasi untuk menciptakan produk-produk unggulan,”

Sementara, Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi menjelaskan TTG merupakan event Nasional yang diselenggarakan setiap tahun dalam rangka penyebaran luas informasi dan promosi yang terkait dengan teknologi.

“Tepat guna dalam upaya percepatan alih teknologi dari penemu kepada masyarakat dan pengguna yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil produksi UMKM yang begitu banyak di Desa, ”

Dirinya mengatakan, Provinsi Lampung memiliki 320. 000 UMKM, namun menurutnya, sejauh ini belum memiliki tepat sasaran, oleh karena itu dirinya berharap, melalui pagelaran TTG tersebut dapat membuat suatu perubahan pada masa yang akan datang.

“Karena saya bersama wakil gubernur membangun Provinsi Lampung ini salah satunya dimulai dari ekonomi kerakyatan,” Sebutnya.

Selain itu, menurut Gubernur Lampung pageran event TTG tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mendorong memotifasi pengembangan daya kreativitas teknologi yang tepat guna, sehingga ke depannya memiliki prospek yang dapat di gunakan masyarakat dalam upaya meningkatkan ekonomi.

“Pegelaran TTG juga digunakan untuk ajang tukar informasi teknologi yang ditemukan antar Desa,” Pungkasnya.(Red)

Bupati Drs. Nukman, MM., Menghadiri Secara Langsung Pembukaan Lampung Craft



sigernusantara.my.id | Lampung Barat - Penjabat (Pj) Bupati Lampung Barat, Drs. Nukman, MM., menghadiri secara langsung pembukaan Lampung Craft yang digelar dan dipusatkan di Gedung Graha Wangsa Lampung, Jl. Yos Sudarso No.272, Sukaraja, Kec. Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Selasa (6/6/2023).

Pj. Bupati Lampung Barat Drs. Nukman mengatakan, Lampung Craft merupakan wahana pameran kerajinan terbesar dan terlengkap di Lampung yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung sejak tahun 2020 lalu hingga saat ini.

“Lampung Craft tahun 2023 ini dibuka langsung oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dan dihadiri Bupati/Walikota serta Ketua Dekranasda se-Provinsi Lampung yang mencakup 13 kabupaten dan 2 kota,” kata Nukman.

Pameran Lampung Craft yang telah dilaksanakan sejak tahun 2020 lalu hingga saat ini telah menjadi ajang pameran yang paling ditunggu oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengisi pagelaran tersebut.

Pameran Lampung Craf ini akan berlangsung selama lima hari mulai tanggal 6 sampai dengan 10 Juni 2022 dengan tema “The Pepadun Harmony in diversity of Lampung Tengah”.

Sebagai icon Lampung Craf 2023 adalah Kabupaten Lampung Tengah, dengan warisan adat istiadatnya pepadun yang memberikan warna dan ciri khas tersendiri bagi penyelenggaraan Lampung Craf tahun ini.

“Perlu diketahui, pepadun merupakan simbol penghormatan dalam suku budaya Lampung yang ada di kabupaten Lampung Tengah,” ujar Nukman.

Kemudian, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, dia menyatkan jika Dekranasda Provinsi Lampung akan terus melakukan inovasi dan ide baru untuk mengangkat karya UMKM ke kancah Nasional.

“Berbagai program kegiatan pun telah dilakukan, seperti adanya pelatihan atau bimtek kepada UMKM lokal Lampung yang bekerjasama dengan para desiner nasional,” ungkap Riana Sari Arinal.

Kiprah atau pencapaian tertinggi Dekranasda Provinsi Lampung adalah saat Lampung menjadi icon Kriyanusa yang diselenggarakan oleh Dekranas pusat pada tanggal 21 sampai 25 September 2022 lalu di Hall A Jakarta Convention Center (JCC).

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi atas terselenggaranya Lampung Craft yang sudah memasuki tahun keempat di tahun 2023 ini.

“Atas nama pemerintah Provinsi Lampung saya juga mengapresiasi atas terselenggaranya Lampung Craf yang keempat tahun 2023,” ucap Arinal.

Arinal mengatakan Lampung Craft menjadi ajang promosi untuk memperkenalkan kekayaan yang dimiliki Provinsi Lampung ke kancah Nasional hingga Internasional.

“Kita harus punya tekad bahwa, agar kita tidak hanya melakukan kegiatan-kegiatan bersifat kerajinan-kerajinan tradisi, tetapi kita harus lebih dari itu,” ujarnya.

Arinal juga menyampaikan jika Lampung Craf sebagai ajang promosi kerajinan yang terbesar dan terlengkap di Provinsi Lampung, tujuannya ialah untuk mendorong pembangunan ekonomi kreatif sekaligus untuk menjaga dan mengembangkan adat istiadat yang ada korelasinya dengan pakaian sebagai warisan budaya Lampung.

“Lampung ini lengkap. Ada bahasanya, bahasa Lampung. Ada tulisannya, tulisan Lampung. Ada pakaiannya, pakaian Lampung,” pungkasnya. (Sugiono)

BUPATI LAMBAR SENTIL PELAYANAN PUSKESMAS BATUBRAK



sigernusantara.my.id | Lampung Barat - Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat diminta untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan pembinaan kepada puskesmas guna memaksimalkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Hal demikian disampaikan Pejabat (Pj) Bupati Lambar Nukman guna merespon keluhan masyarakat mengenai pelayanan petugas UPT Puskesmas Batubrak yang dinilai kurang ramah dalam memberikan pelayanan kepada para pasien.

“Perlu saya sampaikan bahwa pelayanan petugas kesehatan di Puskesmas Batubrak ini menuai keluhan dari masyarakat, karena saya dapat laporan petugasnya kurang ramah dalam memberikan pelayanan. Jadi ini harus menjadi bahan evaluasi oleh Kepala UPT Puskesmas untuk meningkatkan pembinaan. Karena perlu disadari bahwa setiap orang yang datang ke puskesmas tidak harus disuntik atau diberi obat untuk sembuh, akan tetapi dengan sikap ramah dan senyum dari para petugas itu sudah bagian dari obat untuk pasien,” ungkap Nukman.

Untuk itu ia berpesan agar seluruh nakes dapat meningkatkan pelayanan SDM terutama kepada masyarakat sesuai dengan motto pelayanan kesehatan Senyum, Sapa dan Ramah.

“Jadi yang kita maksimalkan bukan hanya sarana prasarana atau fasilitas kesehatan saja, akan tetapi layanan kepada masyarakat pun harus dikedepankan,” tegasnya.

Disisi lain, ia juga menyinggung terkait masih tingginya angka stunting di Kecamatan Batubrak yang jumlahnya mencapai 118 anak.

Menurutnya ini menjadi tanggungjawab bersama dalam upaya menanggulanginya.

“Tingginya angka stunting ini harus jadi perhatian bersama, upaya -upaya penanggulangan harus terus dilakukan mulai dari pemerintah di tingkat pekon maupun pemerintah daerah,” imbuhnya.

Menanggapi itu, Kepala UPT Puskesmas Batubrak Nezwan mengucapkan terimakasih atas kritik yang disampaikan masyarakat. Ia memastikan akan melakukan evaluasi dan pembinaan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Terimakasih atas kritikan yang disampaikan masyarakat, tentunya kedepan akan ada pembinaan untuk meningkatkan terus meningkatkan pelayanan,” singkatnya.

Disisi lain terkait masalah stunting, ia juga memastikan berbagai upaya pencegahan hingga penanggulangan terus dilakukan oleh puskesmas setempat.

Salah satunya menjadikan pekon yang memiliki angka tertinggi penderita stunting sebagai lokasi khusus (Lokus) untuk diluncurkannya berbagai program penanganan. ( candra )

DIDUGA BELUM ADA TITIK TERANG DARI PEMDA LAMPUNG BARAT TERKAIT TANAH YANG DI LINGKAR KANTOR CAMAT BATU BRAK



sigernusantara.my.id | Lampung Barat - Desa pekon balak,kecamatan batu brak kabupaten,lampung barat. Keluarga bapak pirdaus selalau memasang bener bertujuan untuk,meberitahu pemerintah kabupaten lampung barat bahwa hak,kepemelikan lahan tanah yang sudah dibangun,kantor camat batu brak,puskesmas,balai penyuluhan KB,dan lapangan sepak bola,luas tanah keselurahnya,lebih kurang dua hektar(+-2,Ha),masih belum jelas status nya,sampai sekarang belum ada penyelesaiyan. Minggu (05-02-2023)

Menurut pengakuan Firdaus Selalau yang diduga pemilik tanah yang sah berdasarkan surat perjanjian pada tahun 1990 pembelian tanah untuk area perkantoran tersebut berasal dari sumbangan dari 9 Desa,namun sampai dengan batas waktu yang sudah di tentukan pembayaran ganti rugi belum juga selesai,karena pembayaran ganti rugi tersebut belum dilakukan sampai pada batas waktu yang di tentukan maka perjanjian yang sudah dilakukan secara otomatis batal.tuturnya

Pemilik lahan pak pirdaus selalau. mempertanyakan keapsahan dari sertifikat hak guna pakai yang dikeluarkan oleh BPN,mengingat tanah-tanah tersebut belum selesai pembayaran ganti ruginya dan tanah tersebut belum ada penyelesaiyan,sedangkan tanah itu masih belum ada penyelesaiyan kok masih bisa ada pembangunan dari pemerintah daerah kabupaten lampung barat,tutup nya,(candra)

PERATIN PEKON KERANG DI DUGA TERINDIKASI MODUS KORUPSI DENGAN MARK'UP DAN FIKTIP DANA DESA TAHUN 2022



SigerNusantara.my.id | Lampung Barat - Menyusun realisasi Dana Desa (DD) tidak sesuai dengan juklak dan juknis atau dengan aturan yang berlaku sudah semestinya direalisasikan dengan baik dan benar atau tepat sasaran.

Namun di salah satu Pekon di pekon kerang tepatnya berada di kecamatan batu brak,kabupaten lampung barat, terdapat beberapa kejanggalan terkait realisasi dana desa terhitung di tahun 2022 terindikasi terjadi praktek korupsi modus mark'up dan fiktif,Selasa-17/01/2023.

Hal itu terungkap berdasarkan keterangan beberapa sumber yang mengatakan bahwa dana desa di Pekon kerang kuat dugaan mark'up,dan fiktif.

Untuk itu, masyarakat setempat mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk memeriksa peratin Pekon kerang,Alasan kuatnya dugaan mark'up,serta terindikasi beberapa item kegiatan fiktif dalam realisasi realisasi Dana Desa tahun anggaran 2022.

"Saya mewakili masyarakat pekon kerang kecamatan batu brak,kabupaten lampung barat, mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan, terkait realisasi dana desa tahun 2022 yang terindikasi banyak penyimpangan,

Hal itu diketahui dari beberapa kegiatan yang tampaknya sangat janggal terkait besarnya anggaran namun diduga penuh dengan aroma mark up, "terang nya.

Sepengetahuan kami bahwa didalam realisasi sudah 100% semua,masih kata salah satu warga pekon kerang ”bahkan dana gotong royong di fiktif kan, tutup nya,.

Adapun dari beberapa item kegiatan yang diduga tidak sesuai pada realisasinya diantaranya yaitu, 

(1)makan tambahan bumil lansia,insentip posyandu sebesar Rp 11.000.000.00 

(2)Belanja jasa honorium/insentip pelayan desa Rp.7.800.000.00 

(3)Bidang kehutanan dan lingkungan hidup Rp.83.455.000.00 

(4).penyelengara gotong royong Rp.5.244.000.00 

(5)bidang pembinaan masyarakat Rp.60.445.000.00 

(6).belanja jasa langganan majalah/surat kabar Rp.23.840.000.00 

(7).BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA 277.200.000,00

Sub Bidang Keadaan Mendesak 277.200.000,00 Belanja Tidak Terduga 277.200.000,00.-(Candra).

PENGERJAAN PROYEK IRIGASI DARI BALAI BESAR WAI MESUJI SEKAMPUNG TAHUN 2022 YANG ADA DI PEKON KENALI KECAMATAN BELALAU LAMPUNG BARAT TIDAK ADA PENGAWASAN DARI PIHAK BALAI MAUPUN DARI KONSULTAN DAN KERJAAN ASAL ASALAN

SigerNusantara.my.id | Lampung Barat - Pengerjaan proyek infrastruktur dengan menggunakan pembiayaan pemerintah tentunya butuh pengawasan yang intens, sehingga pelaksanaan tidak terkesan main-main alias profesional. Tetap konsekuen dengan rencana anggaran biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis. Tapi hal ini sangat kontradiktif dengan yang terjadi di lapangan. Terbukti, pengawasan tidak berjalan pada proyek program Balai Besar Wai Mesuji Sekampung yang berada di Pekon Negeri Ratu Kecamatan Batu Brak senilai Rp.195 juta , dan Pekon Suka Raja dengan dana Rp.195 juta, Pekon Padang Dalom Kecamatan Balik Bukit Rp.195 juta ,Pekon Watos senilai Rp 195 juta ,Pekon Serungkuk Kecamatan Belalau senilai Rp.195 juta , Pekon Kenali senilai Rp.195 juta belum selesai di kerjakan sampai sekarang. Sedangkan khusus nya Pekon Negeri Ratu,Pekon Sukaraja dan Pekon Padang Dalom padahal masa kontrak berahir pada tanggal 22 desember tahun 2022. Pantauan media SigerNusantara.my.id Rabu (18/01/2023) kegiatan yang bersumber dari APBN Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal, Sumber daya Air balai Besar Wai Mesuji dengan pagu anggaran rata-rata Rp.195.000.000 ,dalam Pengerjaan nya nampak terlihat pada bangunan yang di kerjakan asal jadi.


Dalam pengerjaan bangunan pondasi galian terlihat kurang dalam, hal ini terlihat banyak nya lubang pada permukaan dasar pondasi, lantaran batu pondasi hanya di tumpangkan pada permukaan lahan,sehingga dipastikan besar kemungkinan minimnya kekuatan pada bangunan tersebut.

Salah seorang petani, warga Pekon setempat yang enggan di sebutkan namanya ketika ditemui Media ini mengatakan, bahwa dirinya pun sangat mengkuatirkan pekerjaan dengan bangunan Irigasi tersebut, takut tidak lama kekuatannya yang diduga asal jadi.



Selain itu, bangunan pondasi yang dikerjakan pada galian permukaan tanah yang kurang dalam, akan berakibat minimnya kualitas pada bangunan terangnya.

Padahal Percepatan peningkatan Tata Guna Air Irigasi adalah merupakan program peningkatan Jaringan Irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani pemakai Air, gabungan perkumpulan petani pemakai air atau Induk Perkumpulan Petani.



Yang mana tujuan nya untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional dalam rangka upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, petani dalam perbaikan jaringan irigasi secara partisipatif.

Melihat kondisi pelaksanaan pengerjaan irigasi yang seperti ini, pekerjaan pembangunan kurangnya pengawasan dari team pelaksana selaku pemangku kegiatan yang tidak sesuai spesifikasi atau perencanaan awal, lantas dimana peran pendamping dan konsultan.

Warga berharap pemerintah jangan asal bikin proyek, jangan sampai program ini dilaksanakan hanya untuk penyerapan anggaran semata. Tanpa memperhatikan asas manfaatnya, harapnya,(CANDRA).